NARATIVE.ID, ACEH — Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai mengungkap laboratorium gelap pembuatan sabu di Kabupaten Pidie, Aceh. Dalam operasi tersebut, petugas menyita hampir 1,2 ton bruto barang bukti narkotika dan mengamankan 11 orang yang diduga terkait dengan jaringan tersebut.
Seperti dilansir dari Tribratanews Polri, Sabtu (24/10/2026), operasi dilakukan secara serentak pada Rabu (21/10/2026) di lima lokasi yang tersebar di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe.
Pengungkapan berawal dari pengembangan informasi intelijen serta pemantauan pergerakan jaringan dan logistik yang diduga digunakan untuk memproduksi sabu.
Di sebuah rumah toko (ruko) di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, petugas menemukan lokasi yang diduga digunakan untuk mengolah meth oil atau sabu cair menjadi sabu kristal.
Dari lokasi tersebut, petugas menyita 20 drum berisi sabu cair, sekitar 500 kilogram sabu kristal, serta sejumlah peralatan produksi.
Secara keseluruhan, barang bukti yang diamankan mencapai hampir 1,2 ton bruto. Sebanyak 11 orang turut diamankan, terdiri atas sembilan warga negara Indonesia (WNI) dan dua warga negara asing (WNA).
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengapresiasi kerja sama lintas lembaga dan dukungan masyarakat dalam pengungkapan jaringan narkotika tersebut.
“Saya ucapkan selamat atas pengungkapan dalam rangka menyelamatkan anak bangsa ini. Polisi dan masyarakat kita berhasil mengungkap jaringan narkoba skala besar,” kata Suyudi di Pidie, Jumat (23/10/2026), sebagaimana dikutip dari Tribratanews Polri.
Berdasarkan penyelidikan sementara, bahan narkotika cair tersebut diduga berasal dari kawasan Asia Tenggara sebelum masuk ke wilayah Aceh.
Kapolri juga mengingatkan masyarakat, khususnya pemilik ruko, rumah kontrakan, dan bangunan sewa, agar lebih selektif dalam memastikan identitas serta aktivitas penyewa.
“Jangan apatis dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Saat ini, penyidik masih mendalami peran 11 orang yang diamankan, memburu sejumlah pihak yang masuk daftar pencarian orang (DPO), serta menelusuri dugaan aliran dana hasil kejahatan.
Polri juga berkoordinasi dengan otoritas luar negeri untuk mengungkap kemungkinan keterkaitan jaringan tersebut dengan sindikat narkotika internasional.
Dalam pengungkapan ini, Kapolri turut mengapresiasi keterlibatan BNN, Bea Cukai, dan National Narcotics Control Commission (NNCC) Tiongkok.
Polri menyebut operasi tersebut sebagai pengungkapan laboratorium gelap narkotika dengan barang bukti terbesar di Indonesia.


▶
▶
▶






Narative.id Jawa Timur · Hukum & Keamanan
Narative.id Brebes · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Tegal · Pendidikan
Narative.id Tegal · Wisata, Kuliner & Budaya
Narative.id Jawa Tengah · Hukum & Keamanan
Narative.id Jawa Barat · Lingkungan & Bencana

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR