Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, menghadiri kegiatan tersebut bersama Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib, jajaran Pemerintah Kabupaten Malang, akademisi, peneliti, pelaku industri serta pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari.
Peluncuran program pendidikan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber dan hukum digital. Hal ini dinilai semakin penting seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam pemerintahan, dunia usaha dan kehidupan masyarakat.
Khofifah menyoroti besarnya ancaman siber yang dihadapi Indonesia. Dalam kegiatan tersebut disampaikan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang mencatat sekitar 5,5 miliar serangan siber sepanjang 2025.
Sementara pada periode 1 Januari hingga 15 April 2026, tercatat sekitar 1,52 miliar serangan siber.
“Program ini diharapkan dapat mengintegrasikan pendidikan, penelitian, teknologi, dan industri di kawasan Singhasari, sehingga pelajar tidak hanya memperoleh perspektif global, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas kebutuhan lokal,” kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
Menurut Khofifah, penguatan kapasitas keamanan siber perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kemitraan pendidikan, pemerintah dan industri dinilai memiliki peran penting dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
Khofifah juga mendorong pengembangan program bersama BPSDM Jawa Timur, termasuk pelatihan bersertifikat untuk meningkatkan kapasitas dan kepemimpinan aparatur.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengapresiasi peluncuran program tersebut. Ia menilai keamanan siber tidak hanya berkaitan dengan perlindungan sistem dan data, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat.
«“Keamanan siber tidak hanya melindungi sistem dan data, tetapi juga melindungi kepercayaan. Sementara hukum digital memberikan kerangka agar inovasi dapat berkembang secara bertanggung jawab, berkeadilan, serta tetap menghormati hak-hak individu dan masyarakat,” ujar Lathifah.»
Lathifah berharap kehadiran King's College London Singhasari dapat menjadi penghubung antara keunggulan akademik global dengan potensi lokal. Pengembangan tersebut diharapkan ikut melahirkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan era digital.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor King's College London di Indonesia dan Asia Tenggara Prof. Simon Tanner, Direktur PT Inteligensia Grahatama KRAT David Santoso beserta jajaran Direksi KEK Singhasari, akademisi, peneliti, pelaku industri dan tamu undangan.
Khofifah berharap kemitraan tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, industri serta pemerintahan, sekaligus memperkuat kapasitas keamanan siber sebagai bagian dari kebutuhan strategis nasional.


▶
▶
▶




Narative.id Pemalang · Kebijakan & Politik
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Ekonomi & Usaha
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Pendidikan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR