NARATIVE.ID, London — Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis Roland Lescure menyatakan Inggris dapat kembali menjadi anggota Uni Eropa apabila rakyat negara tersebut menghendakinya, di tengah munculnya kembali perdebatan mengenai hubungan London dan Brussels setelah Brexit.
Pernyataan itu disampaikan Lescure dalam wawancara dengan BBC, Kamis (8/10/2026), ketika ditanya mengenai kemungkinan Inggris mempertimbangkan kembali keanggotaan penuh di Uni Eropa.
Menurut Lescure, keputusan meninggalkan maupun kembali bergabung dengan Uni Eropa sepenuhnya merupakan hak masyarakat Inggris.
“Rakyat Inggris telah memutuskan, dan itu tentu saja sepenuhnya hak mereka. Jika mereka ingin kembali, mereka yang harus memutuskannya,” kata Lescure.
Ia kemudian menambahkan, “Yang bisa saya katakan kepada mereka adalah: kembalilah, kapan saja.”
Pernyataan tersebut bukan merupakan tawaran resmi dari Uni Eropa, tetapi menjadi sinyal politik dari pemerintah Prancis ketika pemerintahan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mulai membuka kembali pembahasan mengenai bentuk hubungan Inggris dengan blok tersebut.
Burnham sebelumnya menyebut Inggris perlu mempertimbangkan berbagai pilihan dalam menentukan hubungan jangka panjangnya dengan Uni Eropa.
Pilihan tersebut berkisar dari mempertahankan hubungan seperti saat ini, kembali bergabung dalam serikat pabean atau pasar tunggal Eropa, hingga kemungkinan kembali menjadi anggota penuh Uni Eropa.
Perdebatan tersebut menguat di tengah kekhawatiran pemerintah dan pelaku industri Inggris terhadap kebijakan industri baru yang tengah disusun Uni Eropa.
Komisi Eropa pada Maret 2026 mengusulkan Industrial Accelerator Act yang antara lain memasukkan persyaratan “Made in EU” dan kriteria rendah karbon dalam pengadaan publik serta sejumlah skema dukungan pemerintah.
Aturan tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas manufaktur Eropa, khususnya pada sektor strategis seperti baja, semen, aluminium, otomotif dan teknologi rendah karbon.
Proposal itu belum menjadi aturan final dan masih menjalani proses legislasi di tingkat Uni Eropa.
Inggris mengkhawatirkan sejumlah ketentuan dalam rancangan tersebut dapat memengaruhi industri dalam negeri, terutama sektor otomotif yang rantai pasoknya terintegrasi erat dengan negara-negara Uni Eropa.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Inggris tidak memperoleh keuntungan yang sama dalam kebijakan tersebut, Lescure mengaitkannya dengan status keanggotaan Uni Eropa.
Menurut dia, apabila Inggris kembali menjadi anggota, negara tersebut dapat terlibat langsung dalam proses pembahasan dan pengambilan keputusan mengenai kebijakan industri Eropa.
Perdebatan mengenai hubungan Inggris dan Uni Eropa kembali mengemuka enam tahun setelah Brexit secara resmi membawa Inggris keluar dari pasar tunggal dan serikat pabean Eropa.
Pemerintahan Burnham kini menghadapi pilihan antara mempertahankan struktur hubungan pasca-Brexit atau memperdalam kembali integrasi ekonomi dan politik dengan Uni Eropa.


▶
▶
▶

Narative.id Pemalang · Kebijakan & Politik
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Ekonomi & Usaha
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Pendidikan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR