LONDON, NARATIVE.ID — Sebuah sarkofagus batu dari masa Romawi yang ditemukan di Westminster Abbey, Inggris, menyimpan kerangka manusia yang usianya jauh lebih muda daripada peti tersebut. Penelitian terbaru mempersempit kemungkinan identitas orang yang dimakamkan di dalamnya.
Penanggalan radiokarbon menunjukkan tulang itu berasal dari rentang 987–1052 Masehi, pada akhir periode Anglo-Saxon. Hasil tersebut menguatkan dugaan bahwa sarkofagus Romawi itu digunakan kembali beberapa abad setelah dibuat.
Arkeolog konsultan Westminster Abbey, Warwick Rodwell, menilai kerangka tersebut kemungkinan milik seorang pejabat gereja berpangkat tinggi. Kandidat terkuatnya adalah Ælfwig, kepala biara Westminster yang wafat sekitar 1020. Wulfnoth, penerusnya yang meninggal sekitar 1049, juga masih mungkin menjadi penghuni sarkofagus.
Rodwell menganggap Ælfwig lebih mungkin karena ia telah menjadi biarawan di Westminster sebelum diangkat sebagai kepala biara. Meski begitu, identitas kerangka belum dapat dipastikan.
Sarkofagus itu berasal dari akhir masa Romawi dan memuat inskripsi untuk Valerius Amandinus. Salib Latin besar pada tutupnya diperkirakan ditambahkan pada abad ke-10 atau ke-11. Kerangka ditemukan kembali saat pemeriksaan pada 2018, setelah catatan lama menyebut tulang tersebut telah hilang.
Temuan ini memberi petunjuk tentang pemakaian kembali peti pemakaman Romawi pada masa Anglo-Saxon, sekaligus membuka kembali kisah pemakaman para pemimpin gereja di Westminster sekitar seribu tahun lalu.


▶


NARATIVE.ID · Hukum & Keamanan
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Jawa Timur · Warga & Sosial
NARATIVE.ID · Teknologi & Kreatif
NARATIVE.ID · Hukum & Keamanan
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Jawa Timur · Warga & Sosial

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR