NARATIVE.ID · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Berita

Kekeringan hingga Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah, BNPB Ungkap Kondisi Terkini Sulsel–Maluku

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) merangkum perkembangan kejadian bencana kekeringan serta kebakaran…
Kekeringan hingga Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah, BNPB Ungkap Kondisi Terkini Sulsel–Maluku

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) merangkum perkembangan kejadian bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan pemutakhiran data hingga Jumat (11/9/2026) pukul 07.00 WIB.

Kekeringan melanda Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, sejak Kamis (10/9/2026) pukul 15.00 WITA dan berdampak pada 13 kecamatan yang mencakup 56 desa dan 17 kelurahan. Berkurangnya debit sumber air bersih memengaruhi 724 kepala keluarga atau 2.292 jiwa di wilayah tersebut, seperti Kecamatan Tempe, Tanasitolo, Majauleng, Pammana, Sabbangparu, Gilireng, Sajoanging, Pitumpanua, Maniangpajo, Penrang, Keera, dan Takkalalla.

Untuk mengantisipasi krisis air di Wajo, BPBD Kabupaten Wajo bersama petugas gabungan telah mengaktifkan posko darurat bencana kekeringan. Bantuan air bersih sebanyak 84.000 liter telah didistribusikan hingga Kamis (10/9/2026), terdiri dari 17 armada tangki sebanyak 81.000 liter dan dua tandon sebanyak 3.000 liter.

Dampak kekeringan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang menyebabkan sekitar 314 hektare lahan persawahan di Kecamatan Sinjai Barat mengalami kekurangan suplai air. Meskipun tidak ada korban jiwa, BPBD setempat mencatat kebutuhan mendesak berupa pompa air, pipa distribusi, dan bahan bakar untuk mengalirkan air sungai ke saluran irigasi.

Selain kekeringan, serangkaian kejadian kebakaran lahan melanda beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Gowa, kebakaran menghanguskan sekitar 6 hektare lahan di Kecamatan Parigi, Pattallassang, dan Bontomarannu pada Kamis (10/9/2026) sebelum berhasil dipadamkan. Sementara di Kabupaten Enrekang, karhutla membakar 5 hektare lahan di Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja pada Rabu (9/9/2026) dan berhasil dipadamkan pada Kamis dini hari.

Di Provinsi Maluku, dua kejadian karhutla melanda Kabupaten Seram Bagian Timur, tepatnya di Negeri Adm. Way Ketam Baru (Kecamatan Bula Barat) serta Negeri Dawang (Kecamatan Teluk Waru) dengan total luas lahan terbakar mencapai lebih dari 45 hektare. Kendati api telah berhasil dipadamkan per Kamis (10/9/2026), wilayah Seram Bagian Timur masih berstatus tanggap darurat bencana yang diperpanjang hingga awal Oktober 2026.

BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta menghindari pembersihan lahan dengan cara membakar. Bagi warga terdampak kekeringan, BNPB mengimbau penggunaan air bersih secara bijak dengan mendahulukan kebutuhan pokok serta berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Masyarakat perlu menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar serta memastikan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dilakukan secara aman.
Apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada BPBD atau instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat.

Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Lihat sumber asli.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi NARATIVE.ID

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT