NARATIVE.ID, Jerman — Dewan Kota Heidenau di negara bagian Saxony, Jerman, memutuskan menghentikan pemasangan baru Stolpersteine atau “batu sandungan”, plakat kuningan kecil yang digunakan untuk mengenang para korban rezim Nazi.
Keputusan tersebut disahkan setelah anggota dewan dari Alternative für Deutschland (AfD) dan Christian Democratic Union (CDU) mendukung mosi yang melarang pemasangan Stolpersteine baru di jalan dan trotoar publik kota yang terletak dekat Dresden tersebut.
Stolpersteine merupakan proyek peringatan yang digagas seniman Jerman Gunter Demnig sejak awal 1990-an. Plakat tersebut biasanya dipasang di depan rumah atau lokasi terakhir tempat korban Nazi tinggal atau bekerja.
Puluhan ribu plakat telah dipasang di Jerman dan sejumlah negara Eropa lainnya. Setiap plakat mencantumkan nama serta informasi mengenai nasib korban yang dipersekusi atau dibunuh rezim Nazi. DW melaporkan sekitar 128.000 Stolpersteine telah dipasang sejak proyek tersebut dimulai.
Pendukung keputusan di Heidenau beralasan pemasangan nama korban di permukaan jalan memungkinkan orang berjalan atau menginjak langsung plakat tersebut.
Sebagai alternatif, penghormatan terhadap korban Nazi direncanakan dipusatkan di kawasan pemakaman Nordfriedhof di Heidenau. Pemerintah kota sebelumnya dilaporkan tidak mendukung pelarangan menyeluruh terhadap pemasangan Stolpersteine.
Keputusan itu memicu kritik dari sejumlah tokoh di Jerman.
Menteri Pendidikan Jerman Karin Prien, yang juga berasal dari CDU, mengkritik keputusan tersebut dan menilai keberadaan plakat di ruang publik memiliki fungsi penting sebagai pengingat terhadap nasib individu korban Holocaust.
“Siapa pun yang menyingkirkan Stolpersteine dan tempat peringatan kehidupan Yahudi dari ruang publik ke pemakaman berarti memprioritaskan kematian daripada kehidupan dan kembali membuat keberadaan orang Yahudi tidak terlihat,” kata Prien sebagaimana diberitakan BBC.
Charlotte Knobloch, penyintas Holocaust sekaligus Presiden Komunitas Yahudi Munich dan Upper Bavaria, juga mengkritik keputusan tersebut.
Ia menilai memindahkan peringatan dari ruang kehidupan masyarakat merupakan langkah yang keliru dan mempertanyakan dukungan sebuah partai demokratis terhadap usulan AfD. Kritik Knobloch terhadap perkembangan politik tersebut juga diberitakan media Jerman.
Menurut Knobloch, bentuk peringatan yang tersebar dan terintegrasi di ruang publik memiliki peran penting dalam mempertahankan budaya mengenang para korban Nazi.
Sementara itu, Demnig menegaskan bahwa Stolpersteine memang dirancang agar sejarah hadir langsung di lokasi tempat para korban pernah hidup.
Ia menilai keberadaan plakat di depan rumah atau tempat tinggal korban memungkinkan masyarakat, termasuk generasi muda, berhadapan secara langsung dengan sejarah di lingkungan mereka sendiri.
Kontroversi di Heidenau juga muncul di tengah meningkatnya dukungan terhadap AfD di sejumlah negara bagian Jerman bagian timur. Dalam pemilu negara bagian Sachsen-Anhalt pada September 2026, AfD memperoleh 43,8 persen suara berdasarkan hasil resmi sementara yang diberitakan DW.
Keputusan Dewan Kota Heidenau kembali memunculkan perdebatan di Jerman mengenai bagaimana korban Holocaust dan kejahatan Nazi seharusnya diperingati di ruang publik.
Sumber: BBC News, Deutsche Welle.
Editor: Narative.id


▶
▶
▶
▶






Narative.id Jawa Timur · Wisata, Kuliner & Budaya
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Kebijakan & Politik
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Ekonomi & Usaha
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR