NARATIVE.ID, INTERNASIONAL — Aplikasi favorit tiba-tiba memasang chatbot AI, mengubah tampilan, atau menentukan fitur baru yang tidak Anda inginkan. Biasanya pengguna hanya bisa menerima atau pindah ke platform lain.
Peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT) mencoba membayangkan pilihan ketiga melalui sistem bernama Social.Wiki.
Di dalam ekosistem ini, pengguna dapat membuat aplikasi sosial sekaligus mengubah cara aplikasi tersebut bekerja.
Sebuah layanan percakapan, misalnya, bisa ditambahkan fitur pemungutan suara untuk menentukan restoran. Pengguna yang tidak memahami pemrograman bahkan dapat meminta bantuan AI untuk melakukan perubahan.
Yang berbeda, hasil penyuntingan seseorang tidak otomatis dipaksakan kepada semua pengguna.
Setiap orang dapat memilih perubahan mana yang ingin digunakan dan menentukan editor atau kelompok yang dianggap tepercaya. MIT menyebut pendekatan ini sebagai “plural governance”.
Data pengguna juga disimpan terpisah dari aplikasi yang mengaksesnya. Sebuah mekanisme penjaga data meminta pengguna meninjau permintaan ketika aplikasi mencoba membuka informasi pribadi.
Dalam pengujian, peneliti membuat aplikasi percakapan, layanan berbagi kendaraan, alat komunikasi koperasi perumahan hingga microblog bertema taman.
Namun, Social.Wiki masih merupakan proyek penelitian. Sistem ini tidak bisa digunakan untuk masuk lalu mengubah Instagram, TikTok, atau WhatsApp. Meski begitu, eksperimen tersebut menawarkan pertanyaan menarik: bagaimana jika pengguna ikut menentukan bentuk ruang sosial digital yang mereka gunakan?









Narative.id Malang · Hukum & Keamanan
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Jawa Timur · Hukum & Keamanan
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Warga & Sosial
Narative.id Jawa Barat · Kesehatan
Narative.id Jawa Barat · Pendidikan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR