NARATIVE.ID, INTERNASIONAL — Jauh sebelum ada manusia, tumbuhan, atau hewan, kehidupan di Bumi tersusun dari sel-sel yang jauh lebih sederhana. Bagaimana sebagian sel kemudian berubah menjadi sistem kompleks dengan inti masih menjadi teka-teki besar evolusi.
Peneliti Jepang kini mendapatkan kesempatan langka untuk mengamati salah satu kerabat mikroba yang paling dekat dengan garis evolusi eukariota.
Tim Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC) berhasil mengisolasi dan membiakkan dua strain Heimdallarchaeia.
Kedua mikroorganisme itu ternyata tidak menyimpan struktur internal rumit seperti inti sel. Bagian dalamnya justru tetap sederhana.
Keanehan menarik terlihat di permukaan.
Sel-selnya membentuk tonjolan membran panjang yang membantu mereka menempel dan berinteraksi dengan mikroorganisme lain yang penting bagi pertumbuhannya.
Hubungan semacam itu memberi petunjuk bahwa kompleksitas mungkin tidak pertama-tama berkembang di dalam sel. Interaksi erat antarmikroba bisa saja lebih dahulu muncul sebelum inti dan kompartemen internal berkembang dalam perjalanan menuju sel eukariotik kompleks.
Salah satu strain juga menunjukkan hubungan unik dengan lingkungan beroksigen, tetapi tetap bergantung pada kondisi dan mitra mikroba tertentu untuk metabolisme.
Temuan dalam Nature ini bukan penemuan “leluhur manusia”. Heimdallarchaeia lebih tepat dipandang sebagai kerabat evolusioner yang membantu ilmuwan menguji bagaimana kerja sama antara sel-sel sederhana mungkin berperan dalam lahirnya kehidupan kompleks.


▶
▶
▶







Narative.id Jawa Timur · Hukum & Keamanan
Narative.id Lumajang · Hukum & Keamanan
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Jawa Barat · Hukum & Keamanan
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Kebijakan & Politik

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR