NARATIVE.ID, INTERNASIONAL — Ukurannya bahkan tak sampai satu milimeter. Namun selama lebih dari dua dekade, potongan fosil kecil bernama Rhyniognatha hirsti ikut menentukan cerita tentang kapan serangga mulai terbang di Bumi.
Fosil itu ditemukan pada 1926 di Rhynie Chert, Skotlandia, situs yang mengawetkan kehidupan sekitar 408 juta tahun lalu. Pada 2004, bentuk rahangnya membuat Rhyniognatha dianggap sebagai serangga bersayap tertua yang diketahui.
Kini, status tersebut kembali dipertanyakan.
Tim Natural History Museum, London, memeriksa fosil itu menggunakan mikroskop konfokal, teknologi yang memungkinkan struktur sangat kecil diamati secara lebih rinci.
Hasilnya, bagian rahang yang dulu dianggap mendukung identitasnya sebagai serangga terbang ternyata tidak menunjukkan ciri yang cukup kuat. Fosil tersebut juga belum dapat dipastikan sebagai kerabat kelabang sebagaimana pernah diusulkan penelitian lain.
Para peneliti kemudian menyarankan Rhyniognatha tidak lagi digunakan sebagai patokan untuk menentukan waktu evolusi serangga sampai identitasnya lebih jelas.
Konsekuensinya cukup besar. Tanpa fosil itu sebagai penanda, kemunculan kelompok serangga terbang mungkin dapat diperkirakan hingga sekitar 80 juta tahun lebih muda dibanding sejumlah perkiraan sebelumnya.
Namun, angka tersebut bukan tanggal baru yang pasti.
Fosil berumur satu abad itu justru menunjukkan bagaimana koleksi museum dapat mengubah cerita evolusi ketika teknologi baru memungkinkan ilmuwan melihat detail yang sebelumnya tersembunyi.


▶
▶
▶







Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Jawa Barat · Hukum & Keamanan
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Kebijakan & Politik
Narative.id Jawa Barat · Hukum & Keamanan
NARATIVE.ID · Teknologi & Kreatif
Narative.id Malang · Hukum & Keamanan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR