Antara Fakta, Mitos dan Ingatan
Mungkin kita tidak akan pernah tahu siapa orang pertama yang menyebut pule sebagai “pohon raja.”
Bisa jadi istilah itu lahir dari tradisi tertentu.
Bisa pula merupakan tafsir baru terhadap kedudukan pohon besar dalam kebudayaan Jawa.
Atau ceritanya berubah setelah diwariskan berkali-kali.
Sejarah membutuhkan bukti.
Mitos tidak selalu bekerja seperti itu.
Mitos hidup karena diceritakan.
Ketika sebuah cerita bertahan cukup lama, batas antara sesuatu yang pernah terjadi dengan sesuatu yang dipercaya pernah terjadi terkadang menjadi semakin tipis.
Karena itu, menyebut pule sebagai “pohon raja Majapahit” sebagai fakta sejarah belum memiliki dasar kuat dari sumber yang berhasil ditelusuri Narative.id.
Namun ada hal lain yang jauh lebih bisa dipastikan.
Pule memiliki perjalanan panjang bersama masyarakat Nusantara.
Pohon ini telah dikenal sejak masa Jawa kuno.
Ia digunakan dalam tradisi pengobatan.
Ia tumbuh di banyak wilayah Indonesia.
Dan dalam sejumlah masyarakat, ia memperoleh lapisan makna sakral.
Mungkin pada akhirnya daya tarik pule memang bukan terletak pada pertanyaan apakah seorang raja Majapahit pernah duduk di bawah rindangnya.
Melainkan pada kemampuannya menyimpan begitu banyak cerita manusia.
Sebab yang tumbuh dari tanah ternyata bukan hanya akar, batang dan daun.
Di sekeliling pohon pule, selama berabad-abad manusia juga menumbuhkan cerita.
Kerajaan runtuh.
Raja berganti.
Generasi datang dan pergi.
Tetapi selama masih ada seseorang yang menunjuk sebuah pohon tua dan berkata,
“Dulu, orang-orang percaya…”
mitos itu belum benar-benar mati.


▶
▶
▶
▶
▶
▶
▶

Narative.id Pemalang · Kebijakan & Politik
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Ekonomi & Usaha
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Pendidikan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR