NARATIVE.ID · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Hukum

Tantangan Integritas Era AI: KPK Gandeng Guru Lewat Program SATRIA 2026

Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Jejaring Pendidikan (Jardik) menyelenggarakan Kamp Sahabat Teladan Integritas dan Antikorupsi (SATRIA) 2026. Kegiata…
Tantangan Integritas Era AI: KPK Gandeng Guru Lewat Program SATRIA 2026

Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Jejaring Pendidikan (Jardik) menyelenggarakan Kamp Sahabat Teladan Integritas dan Antikorupsi (SATRIA) 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring dan luring di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa (8/9) ini mempertemukan 38 guru dari berbagai daerah untuk memperkuat nilai-nilai integritas di tengah tantangan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Perkembangan AI yang semakin masif memicu kekhawatiran di kalangan pendidik terkait isu plagiarisme, ketergantungan teknologi, hingga menurunnya kemampuan berpikir kritis siswa. Melalui program SATRIA, para guru didorong untuk menjadi penggerak pendidikan antikorupsi yang mampu menjaga nilai kejujuran dan tanggung jawab di lingkungan sekolah masing-masing.

Salah satu peserta, Iis, yang merupakan guru SMA Negeri 1 Pontang, Banten, mengungkapkan bahwa teknologi AI tidak bisa dihentikan, namun penggunaannya harus diarahkan sebagai alat bantu belajar, bukan jalan pintas yang mematikan proses berpikir siswa. Di kelasnya, Iis membiasakan siswa untuk menjelaskan proses berpikir di balik setiap jawaban guna memastikan orisinalitas karya mereka.

Senada dengan Iis, Fajar, seorang Guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 25 Kota Malang, juga menekankan pentingnya menghargai proses belajar secara bertahap. Ia membatasi penggunaan teknologi instan seperti Google Lens di kelasnya dan mewajibkan siswa menggunakan kamus fisik untuk melatih pemahaman kosakata secara mendalam. Bagi Fajar, nilai akademis yang tinggi tidak akan berarti jika diperoleh dengan cara yang tidak jujur.

Program SATRIA ini dirancang untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengaktivasi para guru agar menjadi teladan integritas di sekolah dan komunitas mereka. Melalui jejaring ini, para pendidik dapat saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam menerapkan pendidikan antikorupsi yang dimulai dari kebiasaan sederhana di kelas, seperti menghindari plagiarisme.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengapresiasi peran para guru dalam menyebarkan nilai-nilai antikorupsi. 

Perlu diingat, AI itu hanya alat bantu. Sejatinya manusia memiliki heart, body, and soul. Itu semua adalah software alami dari Tuhan yang perlu digunakan untuk mengambil keputusan
Saya selalu bertanya alasan “why,” karena saya ingin memastikan bahwa jawaban yang diberikan benar-benar lahir dari pemahaman mereka, bukan sekadar salinan AI

Mengingat keterbatasan jangkauan kelembagaan KPK di berbagai daerah, Setyo menyebut para guru sebagai perpanjangan tangan KPK yang sangat penting untuk membangun budaya integritas sejak dini langsung dari ruang kelas.

Sumber: KPK RI. Lihat sumber asli.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi NARATIVE.ID

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT