NARATIVE.ID · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Wisata, Kuliner & Budaya

Desa Kecil yang Diserang Mortir karena Melindungi Pengungsi, Jejak Sejarahnya Terungkap Lewat Arkeologi

Penelitian arkeologi di Cambedo, Portugal, menelusuri serangan mortir 1946 setelah warga melindungi pengungsi dan kelompok perlawanan dari Spanyol.
Lapisan bekas kebakaran dan runtuhnya lantai atas rumah Albertina Tiago di Cambedo, Portugal, dalam penggalian 2018.
Lapisan bekas kebakaran dan runtuhnya lantai atas rumah Albertina Tiago di Cambedo, Portugal, dalam penggalian 2018. · Foto: Carlos Otero Vilariño (2018)/Historical Archaeology, CC BY 4.0

PORTUGAL, NARATIVE.ID — Di perbatasan Portugal dan Spanyol, sebuah desa kecil bernama Cambedo menyimpan kisah keberanian warganya dalam melindungi orang-orang yang melarikan diri dari konflik. Namun, tindakan kemanusiaan itu justru menyeret desa tersebut ke dalam kekerasan bersenjata.

Pada 1946, Cambedo menjadi sasaran operasi militer dan kepolisian setelah sejumlah warga memberikan perlindungan kepada pengungsi dan kelompok perlawanan yang melarikan diri dari rezim Francisco Franco di Spanyol.

Puluhan tahun berlalu, jejak peristiwa tersebut kembali ditelusuri melalui penelitian arkeologi yang melibatkan Durham University, Inggris.

Para peneliti menggali sisa bangunan yang rusak akibat serangan. Mereka menemukan sejumlah benda keseharian serta pecahan mortir yang menjadi bukti material kekerasan yang pernah terjadi di desa tersebut.

Temuan itu membantu mengungkap kehidupan masyarakat Cambedo sekaligus memperkuat dokumentasi sejarah mengenai konflik di wilayah perbatasan Portugal–Spanyol.

Bagi para peneliti, benda-benda sederhana yang tertinggal di antara reruntuhan tidak hanya memberikan informasi tentang masa lalu, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masyarakat sipil menghadapi tekanan politik dan kekerasan.

Kisah Cambedo kemudian menginspirasi pertunjukan teater bertajuk Cambedo 1946, yang mengangkat kembali ingatan tentang peristiwa tersebut.

Penelitian ini menjadi pengingat bahwa sejarah tidak selalu tersimpan dalam istana atau monumen besar. Terkadang, kisah kemanusiaan justru bertahan di antara reruntuhan rumah sebuah desa kecil.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi NARATIVE.ID

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT