NARATIVE.ID · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Internasional

Trump Tolak Usulan Buka Selat Hormuz, Iran Tunggu Jawaban Resmi Negosiator AS

Iran menyatakan akan menunggu tanggapan resmi dari negosiator AS setelah Presiden Donald Trump menolak proposal pembukaan kembali Selat Hormuz.
Abbas Arachi-Menlu Iran
Abbas Arachi-Menlu Iran

NARATIVE.ID, Internasional — Pemerintah Iran menyatakan masih menunggu tanggapan resmi dari tim negosiator Amerika Serikat setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial dalam waktu tujuh hari.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran belum akan mengambil keputusan sebelum menerima posisi resmi Washington melalui para mediator. Pernyataan itu disampaikan setelah Trump secara terbuka menyatakan menolak proposal Iran. Laporan Reuters pada 26 September 2026 juga menyebut inisiatif tersebut disampaikan Iran dalam rangkaian diplomasi di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Dalam pernyataannya melalui Telegram, Araghchi mengakui adanya penolakan dari Trump. Namun, ia menilai pernyataan Presiden AS terkait proses negosiasi kerap berubah.

“Kami menunggu para mediator menyampaikan pandangan definitif kepada kami dan kami akan mengambil keputusan berdasarkan hal tersebut,” kata Araghchi, sebagaimana dilaporkan BBC News.

Sebelumnya, Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa dirinya menolak proposal yang disampaikan Iran.

“Saya menolak proposal mereka. Saya menolak kesepakatan mereka,” ujar Trump, seperti dikutip Reuters.

Trump juga mengklaim Iran berupaya mencapai kesepakatan karena berada dalam posisi tertekan dalam konflik yang berlangsung. Klaim tersebut merupakan penilaian pihak AS dan bukan fakta independen yang telah diverifikasi.

Proposal Iran sebelumnya menawarkan kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu satu minggu dengan sejumlah syarat. Reuters melaporkan pada 22 September bahwa Teheran menyatakan siap membuka kembali jalur tersebut apabila AS mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.

Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Aktivitas kapal di kawasan tersebut turun tajam selama konflik. Data yang dikutip Reuters pada 21 September menunjukkan hanya 17 kapal komoditas yang melintas selama akhir pekan, jauh di bawah rata-rata sekitar 125 kapal per hari sebelum perang. 

Iran dan Oman juga telah melakukan pembicaraan mengenai pengelolaan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Oman selama ini memainkan peran sebagai salah satu mediator dalam pembicaraan yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

Di tengah proses diplomatik tersebut, kedua pihak masih berbeda pandangan mengenai syarat penghentian konflik serta pengaturan jalur pelayaran. Iran menyatakan akan menunggu pesan resmi dari mediator sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Sumber: BBC News, Reuters, AP.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi NARATIVE.ID

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT