NARATIVE.ID · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Internasional

Konflik Yaman Memanas, Trump Isyaratkan Keputusan Baru soal Iran

NARATIVE.ID, Internasional — Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi melancarkan serangan udara ke wilayah yang dikuasai…
Asap hitam membubung di kawasan perkotaan Yaman di tengah meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman, Minggu (4/10/2026).
Asap hitam membubung di kawasan perkotaan Yaman di tengah meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman, Minggu (4/10/2026). · Foto: Foto: Istimewa
NARATIVE.ID, Internasional — Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi melancarkan serangan udara ke wilayah yang dikuasai kelompok Houthi, termasuk ibu kota Sanaa, Minggu (4/10/2026). Pada saat yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal akan segera mengambil keputusan baru terkait Iran.

Al Jazeera melaporkan, pasukan pemerintah Yaman melakukan serangan udara terhadap Sanaa yang saat ini berada di bawah kendali Houthi. Pertempuran terbaru juga disebut menyebabkan bertambahnya warga sipil yang mengungsi.

Eskalasi tersebut terjadi sehari setelah Houthi mengklaim menyerang fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Riyadh menggunakan rudal balistik dan drone.

Seorang saksi yang dikutip Reuters melihat asap dan api di sekitar fasilitas Aramco. Namun hingga laporan diterbitkan, pemerintah Arab Saudi dan pihak Aramco belum memberikan konfirmasi resmi bahwa fasilitas tersebut terkena serangan.

Ketegangan di Yaman semakin mendapat perhatian karena terjadi bersamaan dengan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Trump pada Sabtu mengatakan pemerintahannya sedang mempertimbangkan langkah berikutnya terhadap Tehran.

“Pertanyaannya hanya apakah itu akan melalui cara mudah atau cara sulit,” kata Trump, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.

Trump belum menjelaskan secara rinci bentuk keputusan yang sedang dipertimbangkan, termasuk kemungkinan langkah militer maupun diplomatik.

Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir juga memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah. Al Jazeera melaporkan tambahan kapal induk dan ribuan personel AS diproyeksikan berada di kawasan dalam beberapa pekan ke depan.

Sementara itu, jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Reuters sebelumnya melaporkan mediator Qatar masih berupaya mempertemukan posisi Washington dan Tehran dalam pembicaraan untuk meredakan konflik, termasuk pembahasan mengenai Selat Hormuz.

Perkembangan di Yaman menambah risiko meluasnya konflik karena kawasan tersebut berdekatan dengan Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran strategis dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Reuters sebelumnya melaporkan Arab Saudi tengah mempertimbangkan operasi militer bersama pasukan Yaman untuk mengamankan kembali wilayah strategis di sekitar jalur tersebut dari pengaruh Houthi.

Bagi Indonesia, eskalasi di Timur Tengah perlu dipantau karena gangguan di Selat Hormuz maupun Bab el-Mandeb dapat memengaruhi perdagangan energi, ongkos pelayaran, dan harga minyak dunia.

Hingga Minggu pagi, situasi masih berkembang dan belum ada pengumuman resmi dari Washington mengenai keputusan baru terhadap Iran.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi NARATIVE.ID

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT