NARATIVE.ID · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Internasional

WHO Peringatkan Keterlambatan Bantuan Medis ke Gaza Bisa Berakibat Fatal

WHO memperingatkan penundaan penyaluran bantuan dan peralatan medis ke Jalur Gaza berisiko memperburuk krisis kemanusiaan di tengah ancaman musim dingin.
Petugas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama pekerja lokal menurunkan bantuan dan perlengkapan medis untuk Gaza.
Petugas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama pekerja lokal menurunkan bantuan dan perlengkapan medis untuk Gaza. · Foto: Dok. WHO

NARATIVE.ID — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa keterlambatan berulang dalam masuknya bantuan kemanusiaan dan pasokan medis ke Jalur Gaza dapat memperburuk kondisi kesehatan warga Palestina yang sudah berada dalam situasi darurat.

Seperti dikutip dari Al Jazeera, perwakilan WHO untuk Palestina, Reinhilde Van De Weerdt, mengatakan kecepatan dan ketepatan jenis bantuan menjadi faktor penting dalam menyelamatkan nyawa.

“Truk yang penuh dengan pasokan yang bukan prioritas, atau pasokan yang tepat tetapi datang terlambat, tidak menyelamatkan nyawa. Itulah persoalan yang sebenarnya penting,” kata Van De Weerdt.

Saat ini, Kerem Shalom di bagian selatan Gaza disebut menjadi satu-satunya jalur utama bagi masuknya pasokan bantuan yang telah mendapat persetujuan otoritas Israel.

Sementara itu, perlintasan Rafah masih beroperasi secara terbatas untuk pergerakan orang, termasuk pasien yang membutuhkan perawatan medis di luar Gaza.

WHO meminta otoritas Israel mempercepat proses masuknya perlengkapan kesehatan yang dibutuhkan rumah sakit dan pasien.

Van De Weerdt menyoroti sejumlah perlengkapan medis dasar yang masih mengalami hambatan karena dikategorikan sebagai barang yang dinilai berpotensi memiliki fungsi ganda.

Menurut dia, pengiriman alat bantu mobilitas dan perangkat prostetik sempat ditolak sebanyak empat kali dalam enam bulan terakhir.

“Setiap penolakan berarti penundaan baru bagi seseorang yang telah kehilangan anggota tubuh dan hanya menunggu kesempatan untuk bisa berjalan kembali,” ujarnya.

WHO menyebut proses persetujuan obat-obatan relatif berjalan lebih baik. Namun, keterlambatan distribusi secara keseluruhan tetap menjadi persoalan karena kebutuhan medis di Gaza terus meningkat.

Selain Kerem Shalom, empat jalur lain yakni Kissufim, Gate 96, Erez dan Erez West masih ditutup. WHO mendorong penggunaan beberapa titik perlintasan sekaligus agar bantuan dapat masuk secara lebih teratur dan dalam jumlah lebih besar.

Kebutuhan kemanusiaan juga meningkat menjelang musim dingin. Hampir dua juta warga membutuhkan tempat tinggal yang lebih aman dari suhu dingin, hujan dan risiko banjir.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) turut menyoroti persoalan penumpukan sampah di Gaza City.

Minimnya bahan bakar, suku cadang dan alat berat disebut menghambat proses pengangkutan sampah, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap munculnya persoalan kesehatan masyarakat.

WHO menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, bukan hanya jumlah bantuan yang menentukan dampaknya, tetapi juga jenis bantuan, kecepatan distribusi dan kemampuan sistem kesehatan untuk menjangkau pasien yang paling membutuhkan.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi NARATIVE.ID

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT