NARATIVE.ID · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Internasional

Polisi Blokir Pawai Orange Order di Garvaghy Road, Ketegangan Drumcree Kembali Mencuat

Kepolisian Irlandia Utara memblokir upaya kelompok Orange Order untuk menggelar pawai di Garvaghy Road setelah dihalangi demonstrasi warga nasionalis. Ketegangan ini memicu perselisihan politik di tingkat pimpinan daerah.
Polisi Irlandia
Polisi Irlandia · Foto: BBC News

NARATIVE.ID, Internasional — Kepolisian Irlandia Utara mencegah anggota Orange Order memasuki Garvaghy Road, Portadown, setelah kelompok loyalis tersebut kembali berusaha menjalankan pawai Drumcree yang kontroversial pada Senin dini hari, 28 September 2026.

Upaya itu dilakukan setelah pawai yang direncanakan sehari sebelumnya gagal melewati Garvaghy Road karena ratusan warga dan pendukung kelompok nasionalis memblokir jalan. Sejumlah anggota Orange Order kemudian kembali bergerak dari kawasan Drumcree Church menjelang pukul 04.00 waktu setempat, tetapi polisi mempertahankan barikade di jalur tersebut.

Garvaghy Road merupakan kawasan yang mayoritas penduduknya berasal dari komunitas nasionalis dan Katolik. Sementara Orange Order merupakan organisasi Protestan loyalis yang mendukung tetap bergabungnya Irlandia Utara dengan Britania Raya.

Perselisihan mengenai pawai Drumcree pernah menjadi salah satu titik konflik sektarian paling sensitif di Irlandia Utara. Pada dekade 1990-an, sengketa rute yang sama memicu bentrokan dan kerusuhan serius.

Kontroversi kembali mencuat setelah Parades Commission mengizinkan Orange Order melewati Garvaghy Road untuk pertama kalinya sejak 1998. Izin diberikan dengan sejumlah pembatasan, antara lain peserta maksimal 35 orang, pawai dilakukan dalam suasana hening dan dimulai paling lambat pukul 08.00.

Keputusan tersebut kemudian melalui proses hukum yang berlangsung cepat. Pengadilan sempat menangguhkan izin pawai setelah gugatan diajukan Garvaghy Road Residents Coalition. Namun setelah proses banding dan sidang lanjutan, keputusan Parades Commission kembali dinyatakan berlaku.

Meski secara hukum pawai mendapatkan izin, situasi di lapangan membuat perjalanan tidak dapat dilanjutkan.

Kepala Police Service of Northern Ireland (PSNI) Jon Boutcher mengatakan kepolisian berusaha mengakhiri kebuntuan tersebut tanpa kekerasan.

“Saya berharap seluruh rangkaian kejadian hari ini dapat diselesaikan secara masuk akal dan damai,” kata Boutcher.

Menurut Boutcher, penyelesaian jangka panjang tetap membutuhkan pembicaraan antara politisi dan pihak-pihak yang terlibat dalam perselisihan tersebut.

“Harus ada pembicaraan jangka panjang yang melibatkan politisi dan orang-orang yang terlibat dalam apa yang kita lihat selama 24 jam terakhir, untuk mencari ruang agar persoalan ini dapat diselesaikan,” ujarnya.

Boutcher juga meminta tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh terhadap massa untuk membantu menjaga ketertiban dan mematuhi hukum.

“Kita semua mempunyai tanggung jawab untuk bersama-sama melakukan segala yang kita bisa demi menjaga Irlandia Utara tetap damai,” kata Boutcher.

O'Neill Hadir Bersama Warga

Ketegangan tidak hanya terjadi di jalan, tetapi juga berkembang menjadi polemik politik.

First Minister Irlandia Utara Michelle O'Neill hadir bersama warga yang menolak pawai tersebut. O'Neill sebelumnya mengecam keputusan yang kembali mengizinkan Orange Order melintas di Garvaghy Road.

“Pesan kami malam ini jelas. Tidak ada jalan kembali. Tidak besok. Tidak akan pernah,” kata O'Neill.

Sinn Féin menyatakan dukungannya kepada warga Garvaghy Road yang menolak apa yang mereka sebut sebagai pawai sektarian yang tidak diinginkan.

Namun, posisi O'Neill mendapat kritik keras dari pemimpin Democratic Unionist Party (DUP), Gavin Robinson.

Robinson mengatakan pejabat pemerintah mempunyai kewajiban menghormati keputusan hukum.

“Tugas seorang First Minister adalah menegakkan keputusan yang sah, bukan memperbesar penentangan terhadap keputusan tersebut,” kata Robinson.

Robinson juga menyebut Orange Order tetap berniat menyelesaikan pawai tersebut meski harus menunggu lebih lama.

“Jika membutuhkan 28 jam lagi atau 28 hari lagi, mereka akan menunjukkan keteguhan, kesabaran dan kemauan yang sama untuk menegakkan hukum,” ujarnya.

Pemerintah Inggris Minta Ketegangan Diredakan

Northern Ireland Secretary Sir Chris Bryant turut menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk ketegangan.

Bryant meminta para pemimpin politik mempertimbangkan dampak dari setiap pernyataan mereka terhadap komunitas lain.

“Setiap orang yang memegang jabatan politik harus memperlakukan momen ini dengan sangat serius dan menurunkan tensi,” kata Bryant.

Ia juga mengatakan politisi terpilih tidak seharusnya mendukung aksi yang dinilai melanggar hukum.

Sementara itu, pihak Orange Order tetap menyatakan ingin menyelesaikan rute pawai menuju Portadown.

Kebuntuan di Garvaghy Road memperlihatkan bahwa persoalan Drumcree yang selama hampir tiga dekade relatif mereda masih menyimpan sensitivitas tinggi dalam hubungan komunitas unionis-Protestan dan nasionalis-Katolik di Irlandia Utara.

Sumber: BBC News NI, Reuters, PA/Guardian.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi NARATIVE.ID

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT