NARATIVE.ID, INTERNASIONAL — Regulator keselamatan daring Australia menemukan kesenjangan signifikan dalam perlindungan anak di sejumlah layanan gim populer, termasuk Steam, Roblox, Fortnite, dan Minecraft.
Temuan tersebut dituangkan dalam laporan terbaru eSafety Commissioner yang dirilis Jumat, 2 Oktober 2026. Pemeriksaan dilakukan ketika sekitar sembilan dari sepuluh anak berusia 8 hingga 17 tahun di Australia diketahui pernah bermain gim secara daring.
Menurut regulator, lemahnya sejumlah lapisan perlindungan dapat membuka peluang bagi pelaku untuk menjalin kontak dengan anak-anak sebelum melakukan grooming untuk eksploitasi seksual maupun mendorong proses radikalisasi.
Komisioner eSafety Australia Julie Inman Grant mengatakan anak-anak seharusnya dapat bermain di ruang digital tanpa terpapar predator, pemerasan seksual, konten ekstremis kekerasan, maupun materi berbahaya lainnya.
“Anak-anak Australia memiliki hak untuk bermain secara daring tanpa terpapar predator, pelaku pemerasan seksual, konten ekstremis kekerasan, atau materi berbahaya lainnya,” kata Inman Grant.
Steam Disorot soal Deteksi Konten Berbahaya
Dalam laporan tersebut, Valve selaku penyedia Steam dan Steam Chat mendapat sorotan khusus.
Valve disebut sebagai satu-satunya di antara empat penyedia yang diperiksa yang tidak menggunakan teknologi hash-matching pada layanannya.
Teknologi tersebut umum digunakan industri untuk mencocokkan dan mendeteksi kembali materi yang sebelumnya telah dikonfirmasi sebagai konten eksploitasi seksual anak atau materi kekerasan, sehingga konten serupa dapat dikenali dan dihapus lebih cepat.
Regulator juga menemukan Valve tidak menggunakan alat proaktif untuk mendeteksi potensi eksploitasi seksual anak maupun konten kekerasan dalam percakapan Steam Chat dan grup komunitas.
Perlindungan yang diterapkan pada fitur tersebut disebut terutama menggunakan sistem pendeteksi URL yang sebagian besar ditujukan untuk memblokir penipuan.
Kondisi itu membuat percakapan di Steam Chat memiliki perlindungan yang lebih terbatas terhadap materi maupun aktivitas terkait eksploitasi seksual anak dan kekerasan dibandingkan layanan lain yang diperiksa.
Verifikasi Usia Masih Jadi Persoalan
Laporan eSafety juga menyoroti sistem penentuan usia pengguna.
Minecraft dan Fortnite telah menyediakan sejumlah perlindungan bagi akun anak. Namun, kedua layanan tersebut pada umumnya masih mengandalkan usia yang dinyatakan sendiri oleh pengguna saat membuat akun.
Pengguna yang menyatakan dirinya berusia 18 tahun atau lebih dalam sejumlah kondisi dapat mengakses fitur komunikasi dengan tingkat risiko lebih tinggi tanpa pemeriksaan usia tambahan.
Pada Minecraft, pengguna dewasa berdasarkan deklarasi usia juga dapat mengakses server pihak ketiga yang tidak dimoderasi secara proaktif oleh Mojang Studios.
Steam dan Steam Chat juga mengandalkan usia yang dinyatakan pengguna selama periode pemeriksaan. Namun, Steam kemudian mulai melakukan pemeriksaan usia melalui kartu kredit.
Sementara itu, Roblox sejak Desember 2025 mulai menerapkan mekanisme verifikasi usia yang lebih ketat dan membatasi sejumlah fitur berisiko tinggi bagi pengguna Australia berdasarkan hasil pemeriksaan usia.
Berbagi Informasi Antarperusahaan Belum Seragam
Perbedaan lain ditemukan dalam partisipasi perusahaan pada program berbagi informasi industri.
Mojang Studios, pengembang Minecraft, terlibat dalam sejumlah program lintas industri untuk menangani eksploitasi seksual anak dan ekstremisme kekerasan. Roblox juga berbagi informasi melalui sejumlah inisiatif keselamatan serta bekerja sama dengan platform lain mengenai tren keselamatan anak.
Sebaliknya, Valve dilaporkan tidak berpartisipasi dalam program berbagi informasi industri yang diperiksa regulator.
Epic Games selaku pengembang Fortnite juga tidak berpartisipasi dalam program Lantern milik Technology Coalition dan tidak membagikan sinyal pelanggaran terkait eksploitasi serta pelecehan seksual anak kepada penyedia layanan lain melalui program serupa.
Inman Grant menilai perusahaan gim perlu meningkatkan kemampuan mendeteksi dan menghentikan risiko serius sebelum anak-anak terpapar.
“Kami mengharapkan layanan-layanan ini meningkatkan upaya mereka untuk mengidentifikasi dan memerangi bahaya serius seperti eksploitasi seksual anak, pemerasan seksual, serta materi dan aktivitas yang mempromosikan, menghasut, atau memberikan instruksi mengenai kekerasan,” ujarnya.
Data Dikumpulkan Selama Enam Bulan
Laporan tersebut disusun berdasarkan informasi yang diwajibkan eSafety kepada Roblox, Mojang Studios, Epic Games, dan Valve.
Data yang diperiksa mencakup langkah perusahaan dalam melindungi pengguna dari bahaya serius di ruang digital selama periode 1 Oktober 2025 hingga 31 Maret 2026.
BBC melaporkan Roblox menyatakan telah melakukan investasi besar untuk memperkuat perlindungan pengguna muda.
Sementara itu, Valve, Epic Games, dan Microsoft—perusahaan induk Mojang Studios—telah dimintai tanggapan terkait temuan tersebut.
Pemeriksaan terhadap layanan gim menjadi bagian dari kebijakan Australia yang semakin ketat dalam mengatur keselamatan anak di ruang digital.
Sejak 10 Desember 2025, Australia mewajibkan sejumlah platform media sosial mengambil langkah yang wajar untuk mencegah pengguna di bawah usia 16 tahun memiliki akun. Sejumlah layanan gim dan layanan terkait gim, termasuk Roblox serta Steam, saat ini tidak termasuk dalam daftar platform yang terkena pembatasan tersebut.
Meski demikian, regulator menegaskan layanan gim tetap memiliki kewajiban perlindungan berdasarkan aturan keselamatan daring Australia.


▶
▶
▶






Narative.id Pemalang · Kebijakan & Politik
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Ekonomi & Usaha
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Pendidikan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR