NARATIVE.ID · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Lingkungan & Bencana

Siklon Tropis ARNAB Menjauh dari Indonesia, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Aceh

Siklon Tropis ARNAB bergerak menjauhi Indonesia, tetapi BMKG mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di Aceh akibat sirkulasi siklonik di Laut Andaman.
Infografik potensi hujan Indonesia sepekan ke depan; BMKG memperingatkan hujan sedang di Aceh pada 27–29 Oktober 2026.
Infografik potensi hujan Indonesia sepekan ke depan; BMKG memperingatkan hujan sedang di Aceh pada 27–29 Oktober 2026. · Foto: BMKG

NARATIVE.ID, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Siklon Tropis ARNAB yang berkembang di Teluk Benggala bergerak menjauhi Indonesia. Meski demikian, masyarakat di wilayah Sumatra bagian utara, terutama Aceh, diminta tetap mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat akibat pembentukan sirkulasi siklonik baru di sekitar Laut Andaman.

Seperti dilansir dari laman resmi BMKG, Selasa (27/10/2026), Siklon Tropis ARNAB berkembang dari sistem siklonik 98B yang telah terpantau sejak 19 Oktober 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis pada 27 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, siklon tersebut bergerak ke arah barat laut, semakin menjauhi wilayah Indonesia.

“Dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis ARNAB diprakirakan bergerak ke arah barat laut menuju posisi sekitar 16,2°LU dan 82.8°BT dengan intensitas yang berpotensi meningkat hingga mencapai kecepatan angin maksimum 70 knot,” kata Andri.

BMKG memperkirakan sistem tersebut akan melemah setelah memasuki daratan India dalam 48 jam berikutnya. Dalam 72 jam, intensitasnya diprakirakan kembali menurun hingga menjadi sistem tekanan rendah tropis atau tropical low.

Dengan arah pergerakan tersebut, Siklon Tropis ARNAB diprakirakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca maupun perairan Indonesia.

Namun, BMKG mengidentifikasi potensi terbentuknya sirkulasi siklonik baru di sekitar Laut Andaman mulai 27 Oktober 2026.

Berdasarkan pemodelan cuaca, peluang sistem tersebut menguat masih tergolong rendah dalam 24 jam pertama. Meski begitu, keberadaannya berpotensi membentuk daerah pertemuan massa udara atau konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Kondisi itu dapat meningkatkan peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Sumatra bagian utara, khususnya Aceh.

“Dalam dua hingga tiga hari ke depan, sirkulasi siklonik di sekitar Laut Andaman berpotensi berkembang dan bergerak ke arah barat-barat laut, semakin menjauhi wilayah Indonesia,” ujar Andri.

Dalam siaran pers terpisah pada hari yang sama, Sekretaris Utama BMKG Guswanto menegaskan bahwa hujan lebat yang terjadi di Aceh dan Sumatra Utara bukan disebabkan langsung oleh Siklon Tropis ARNAB, melainkan dipengaruhi dinamika atmosfer lainnya.

BMKG mencatat curah hujan mencapai 187 milimeter di Kluet Tengah, Aceh Selatan, serta 103 milimeter di Lobu Rampah, Labuhanbatu Utara, pada 25 Oktober 2026.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, serta mengikuti perkembangan prakiraan dan peringatan dini melalui situs resmi BMKG maupun aplikasi InfoBMKG..

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
ADVERTISEMENTpromo aplikasi inline berita
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi NARATIVE.ID

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT