NARATIVE.ID, INTERNASIONAL — Ketika nenek moyang hewan berkaki empat mulai beradaptasi dari kehidupan air menuju daratan, tubuh mereka mengalami perubahan besar.
Salah satu perubahan penting adalah terpisahnya bagian kepala dan bahu, yang selama ini dianggap membantu hewan purba menggerakkan leher dengan lebih bebas.
Namun, penelitian terbaru justru menunjukkan kemungkinan sebaliknya.
Tim ilmuwan yang dipimpin peneliti Uppsala University, Swedia, menemukan bahwa leher hewan berkaki empat paling awal kemungkinan masih sangat kaku.
Hasil penelitian tersebut diumumkan pada Kamis (22/10/2026) dan diterbitkan dalam jurnal Nature.
Untuk memahami kemampuan gerak hewan yang telah punah, peneliti menggunakan model berdasarkan struktur tulang belakang ikan sturgeon.
Ikan tersebut memiliki jaringan penyangga tulang belakang yang dianggap berguna sebagai pembanding bagi anatomi hewan berkaki empat purba.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa perubahan bentuk tubuh pada masa awal kehidupan di daratan belum langsung menghasilkan kemampuan menggerakkan leher secara leluasa.
Temuan ini menantang anggapan lama bahwa kebebasan gerak kepala merupakan salah satu keuntungan awal dari terpisahnya kepala dan bahu.
Para ilmuwan menilai kemampuan leher yang lebih fleksibel kemungkinan berkembang pada tahap evolusi berikutnya.
Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa perubahan besar dalam sejarah kehidupan tidak selalu menghasilkan manfaat yang langsung terlihat.
Bahkan, bagian tubuh yang sekarang tampak sederhana, seperti leher, memiliki perjalanan evolusi yang jauh lebih rumit daripada yang selama ini dibayangkan.


▶
▶
▶
▶






NARATIVE.ID · Teknologi & Kreatif
NARATIVE.ID · Hukum & Keamanan
Narative.id Jawa Timur · Hukum & Keamanan
Narative.id Brebes · Lingkungan & Bencana
NARATIVE.ID · Hukum & Keamanan
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Tegal · Pendidikan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR