NARATIVE.ID · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Internasional

Singapura Luncurkan Biro Jodoh Berbasis Algoritma untuk Pegawai Pemerintah

Pemerintah Singapura meluncurkan layanan pencarian jodoh FirstDate berbasis algoritma pemenang Nobel untuk pegawai negeri berusia 21 hingga 35 tahun demi menekan penurunan angka kelahiran.
Ilustrasi
Ilustrasi · Foto: AI

NARATIVE.ID, Internasional - Pemerintah Singapura mulai menguji layanan pencarian pasangan bernama FirstDate untuk pegawai sektor publik berusia 21 hingga 35 tahun. Program ini hadir ketika Singapura menghadapi angka kelahiran yang turun ke tingkat terendah dalam sejarah modern negara tersebut.

FirstDate dikembangkan sebagai proyek percontohan oleh Government Technology Agency of Singapore atau GovTech. Layanan tersebut menggunakan identitas digital nasional Singpass untuk memverifikasi pengguna dan menawarkan pendekatan berbeda dari aplikasi kencan yang mengandalkan banyak pilihan profil.

Melalui situsnya, FirstDate membawa slogan “Swipe fatigue ends here” (Kelelahan akibat terus menggeser profil berakhir di sini), yang menggambarkan upaya layanan tersebut mengurangi kejenuhan pengguna akibat terus-menerus memilih profil di aplikasi kencan.

Dalam setiap siklus, pengguna hanya dipasangkan dengan satu calon pasangan.

PENERAPAN ALGORITMA DAN VERIFIKASI DIGITAL

Untuk mengikuti program, pengguna harus masuk menggunakan Singpass kemudian mengisi kuesioner mengenai minat, kebiasaan, nilai pribadi, preferensi, hingga faktor yang dianggap tidak dapat dikompromikan.

Sistem kemudian menggunakan Gale-Shapley Stable Marriage Algorithm, metode matematis untuk menghasilkan pasangan berdasarkan preferensi kedua kelompok.

Algoritma ini dikembangkan oleh David Gale dan Lloyd Shapley. Shapley kemudian berbagi Nobel Memorial Prize in Economic Sciences 2012 bersama Alvin Roth atas karya mengenai teori alokasi stabil dan desain pasar.

Karena itu, penyebutan yang lebih tepat adalah FirstDate menggunakan algoritma yang dikembangkan salah satu penerima Nobel, bukan bahwa algoritmanya sendiri memenangi Nobel.

DINAMIKA RESPONS MASYARAKAT

Peluncuran uji coba FirstDate memunculkan respons beragam.

Salah satu pegawai pemerintah yang menyambut program tersebut adalah Elizabeth, 29 tahun, yang bekerja di Kementerian Pertahanan Singapura.

Menurut Elizabeth, pengalaman bertemu seseorang melalui aplikasi pada dasarnya tidak jauh berbeda antara satu platform dengan platform lainnya.

“At the end of the day, I think the experience of meeting someone through an application doesn't change much across the [different types of] applications.” (Pada akhirnya, menurut saya pengalaman bertemu seseorang melalui aplikasi tidak banyak berbeda antara satu jenis aplikasi dengan aplikasi lainnya.)

Namun, ia melihat verifikasi dan lingkungan pengguna FirstDate sebagai nilai tambah.

“But it is nice to know that the likelihood of being scammed is much lower.” (Tetapi menyenangkan mengetahui bahwa kemungkinan menjadi korban penipuan jauh lebih rendah.)

Elizabeth juga menilai keberadaan sesama pegawai pemerintah di dalam platform memberikan rasa aman tambahan karena para peserta mengikuti program dengan tujuan yang relatif sama, yakni mencari pasangan.

KRITIK SOAL BATAS USIA DAN AKSES

Di sisi lain, sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan mengapa program tersebut hanya dibuka bagi pegawai pemerintah dan membatasi peserta pada usia 21 hingga 35 tahun.

Kritik juga muncul karena batas usia tersebut dinilai mengesampingkan kelompok lajang yang berusia lebih dari 35 tahun.

Hingga kini, belum jelas apakah FirstDate nantinya akan diperluas kepada masyarakat umum.

KONDISI DEMOGRAFI SINGAPURA

Uji coba FirstDate berlangsung ketika Singapura menghadapi perubahan demografi yang cukup besar.

Pada 2025, jumlah kelahiran hidup di Singapura turun menjadi di bawah 30.000 untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade terakhir. Pada periode yang sama, angka kematian berada di kisaran 26.500 jiwa.

Pemerintah Singapura sebelumnya juga mengumumkan berbagai bentuk dukungan finansial bagi keluarga sebagai bagian dari upaya menghadapi rendahnya angka kelahiran.

Pada Agustus 2026, Perdana Menteri Lawrence Wong mengumumkan paket dukungan keluarga yang nilainya secara keseluruhan dapat mencapai sekitar 70.000 dolar Singapura per anak hingga berusia 17 tahun.

Untuk saat ini, FirstDate masih berstatus program percontohan yang ditujukan bagi pegawai sektor publik berusia 21 hingga 35 tahun.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi NARATIVE.ID

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT