NARATIVE.ID · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Internasional

Trump Pertimbangkan Larangan Ekspor Diesel AS, Desak Eropa Gunakan Cadangan Bahan Bakar

Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan larangan ekspor diesel guna menekan harga domestik menjelang pemilu sela November. AS juga mendesak negara-negara Eropa untuk segera melepaskan cadangan diesel mereka.
Terminal Minyak
Terminal Minyak

NARATIVE.ID, INTERNASIONAL — Pemerintah Amerika Serikat mendesak sejumlah negara Eropa, terutama Prancis dan Jerman, untuk mencairkan sebagian cadangan diesel darurat mereka guna meredam lonjakan harga bahan bakar global. Desakan itu muncul ketika pemerintahan Presiden Donald Trump masih mempertimbangkan sejumlah opsi untuk menambah pasokan domestik, termasuk kemungkinan membatasi ekspor diesel.

Menurut Reuters, Washington meminta Uni Eropa menyediakan sekitar 120 juta barel diesel selama enam bulan. Prancis dan Jerman menjadi perhatian utama karena keduanya menyimpan porsi besar cadangan diesel darurat Uni Eropa.

Tekanan terhadap pasokan diesel meningkat akibat perang AS-Israel dengan Iran, gangguan arus energi dari kawasan Timur Tengah, pembatasan ekspor Rusia, serta pengetatan ekspor produk bahan bakar dari Tiongkok. Kondisi tersebut mempersempit ketersediaan diesel di pasar internasional dan mendorong harga naik di berbagai negara.

Amerika Serikat merupakan salah satu pemasok diesel terbesar dunia. Reuters mencatat ekspor diesel AS berada di kisaran 1,2 juta barel per hari, sehingga pembatasan ekspor berpotensi memberi tambahan pasokan di pasar domestik, tetapi sekaligus memperketat pasokan bagi negara-negara importir.

Pemerintahan Trump menghadapi tekanan untuk menekan harga bahan bakar menjelang pemilu sela November 2026. Namun, hingga kini belum ada keputusan final mengenai larangan ekspor. Pemerintah AS juga mempertimbangkan opsi lain, termasuk pembatasan sukarela oleh perusahaan penyulingan.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan dirinya sangat yakin negara-negara Eropa dapat membantu menurunkan harga dengan mencairkan cadangan diesel mereka. Menurutnya, langkah terkoordinasi menjadi penting menjelang musim panen dan meningkatnya kebutuhan bahan bakar pemanas saat musim dingin.

Di Eropa, pembahasan mengenai kemungkinan pelepasan cadangan telah melibatkan Komisi Eropa, Inggris, Prancis, Italia, dan Irlandia. Uni Eropa pada saat yang sama menekankan perlunya koordinasi dengan Washington agar kebijakan pasokan energi tidak menimbulkan guncangan baru bagi kedua sisi Atlantik.

Cadangan darurat Eropa sendiri sebagian besar berada di Prancis dan Jerman. Data yang dikutip Reuters menunjukkan kedua negara menguasai sekitar 35 persen cadangan diesel Uni Eropa, sementara aturan Uni Eropa mewajibkan negara anggota mempertahankan stok minyak darurat dalam jumlah tertentu untuk menghadapi gangguan pasokan.

Kenaikan harga diesel menjadi perhatian karena bahan bakar tersebut berperan penting bagi transportasi barang, pertanian, industri, dan logistik. Gangguan pasokan yang berkepanjangan juga berpotensi menambah tekanan inflasi di Eropa maupun Amerika Serikat.

Sumber: BBC News; verifikasi silang Reuters, 1–2 Oktober 2026.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi NARATIVE.ID

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT