NARATIVE.ID · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Ekonomi & Usaha

OJK Gandeng Tokoh Agama Cegah Penipuan Keuangan, Siapkan Panduan Khotbah PELITA Syariah

OJK meluncurkan PELITA Syariah, panduan dakwah keuangan untuk memperluas literasi dan membantu masyarakat mengenali penipuan serta layanan keuangan ilegal.
Friderica Widyasari Dewi hadir pada peluncuran PELITA Syariah di Trans Studio Mall Makassar, 1 November 2026.
Friderica Widyasari Dewi hadir pada peluncuran PELITA Syariah di Trans Studio Mall Makassar, 1 November 2026. · Foto: Dok. OJK (via IDXChannel); https://www.idxchannel.com/banking/ojk-luncurkan-pelita-syariah-perluas-literasi-lewat-tokoh-agama-dan-jaringan-dakwah

NARATIVE.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah) untuk memperluas edukasi keuangan melalui pendakwah, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat.

Peluncuran berlangsung pada puncak Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Makassar 2026 di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (1/11/2026). OJK menyiapkan buku tersebut sebagai rujukan praktis agar materi pengelolaan keuangan dan penggunaan layanan keuangan syariah dapat disampaikan melalui ceramah serta khotbah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pendekatan melalui tokoh agama diharapkan menjangkau masyarakat yang belum memahami risiko produk dan layanan keuangan ilegal.

“Pada intinya, ini untuk menjaga masyarakat kita dari ketidaktahuan yang kemudian dapat membahayakan masyarakat, seperti terkena berbagai macam scam, penipuan, maupun produk-produk ilegal seperti pinjol ilegal dan lain-lain,” kata Friderica dalam keterangan resmi OJK.

Isi Panduan PELITA Syariah

Buku PELITA Syariah memuat materi literasi keuangan syariah dan naskah khotbah yang dapat digunakan sebagai bahan rujukan pendakwah. Materinya membahas pengelolaan keuangan serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan syariah secara bijak.

OJK menyusun buku ini bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI). Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) turut memberi masukan untuk memastikan kesesuaian substansi dengan prinsip syariah.

OJK juga menggandeng Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ikatan Da'i Indonesia (IKADI), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk memperluas pemanfaatan materi.

Sekretaris Jenderal DMI Rahmat Hidayat menyatakan dukungannya terhadap penyebaran edukasi melalui jaringan masjid. DMI akan mendorong khatib membahas ekonomi dan keuangan syariah secara berkala.

Literasi Keuangan Syariah Masih Menjadi Tantangan

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,07 persen dan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 13,24 persen. Literasi mengukur pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku masyarakat, sedangkan inklusi mengukur penggunaan produk dan layanan keuangan.

Perbedaan kedua indikator tersebut menunjukkan perlunya edukasi yang berjalan beriringan dengan akses layanan yang sesuai kebutuhan. Pengetahuan keuangan diharapkan membantu masyarakat lebih cermat saat menerima tawaran pinjaman, investasi, maupun produk yang belum jelas legalitas dan risikonya.

Akses Buku dan Kanal Edukasi OJK

Materi PELITA Syariah diarahkan untuk digunakan oleh pendakwah, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat melalui kegiatan edukasi serta jaringan lembaga yang bekerja sama dengan OJK. Dalam penelusuran kanal publik OJK, tautan unduhan khusus buku belum ditemukan. Ketersediaan versi digital dan mekanisme distribusinya masih perlu dikonfirmasi kepada OJK.

Masyarakat dapat mencari informasi edukasi keuangan melalui portal Sikapi Uangmu dan menghubungi Kontak OJK 157 untuk memeriksa legalitas penyedia layanan atau melaporkan dugaan aktivitas keuangan ilegal.

Rangkaian SYAFIF Goes to Makassar berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. OJK mencatat pembukaan 10.598 rekening baru dan transaksi penghimpunan serta penyaluran dana senilai Rp230,94 miliar dalam keseluruhan rangkaian kegiatan, termasuk agenda pra-acara. Angka itu merupakan capaian SYAFIF, bukan ukuran dampak buku PELITA Syariah.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
ADVERTISEMENTpromo aplikasi inline berita
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi NARATIVE.ID

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT