NARATIVE.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak dapat hanya bergantung pada sektor perbankan. Penguatan pasar modal, pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta inovasi keuangan diperlukan untuk memperluas sumber pendanaan produktif.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam The 4th OJK International Research Forum (IRF) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 26–27 Oktober 2026.
Seperti dilansir dari siaran pers resmi OJK, Selasa (27/10/2026), Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menekankan pentingnya kebijakan sektor keuangan yang disusun berdasarkan hasil penelitian dan kebutuhan nyata perekonomian.
Menurut Friderica, pendalaman pasar keuangan, inovasi, dan konektivitas digital menjadi fondasi untuk meningkatkan produktivitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Pengembangan pasar modal dan sektor jasa keuangan lainnya dinilai penting agar kebutuhan pembiayaan, termasuk bagi UMKM, tidak hanya bergantung pada penyaluran kredit perbankan.
Friderica juga menyoroti tiga agenda yang membutuhkan dukungan riset berkualitas, yakni pengembangan keuangan syariah, pembiayaan UMKM, dan keuangan berkelanjutan.
“Fondasi yang menopang ketiga agenda tersebut adalah kepercayaan publik,” kata Friderica.
Ia meminta hasil penelitian tidak berhenti sebagai pembahasan akademis, tetapi dapat memberikan masukan konkret bagi pengambilan kebijakan.
“Saya berharap diskusi selama dua hari ini tidak berhenti pada gagasan, tetapi menghasilkan masukan konkret yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan,” ujarnya.
Forum tersebut diikuti 425 peserta secara langsung dan 4.558 peserta secara daring, yang berasal dari kalangan akademisi, regulator, pemerintah, serta industri jasa keuangan.
Dalam rangkaian kegiatan, OJK juga meluncurkan International Journal of Islamic Financial System (IJIFS), sebuah jurnal ilmiah internasional yang berfokus pada pengembangan sistem keuangan syariah.
Jurnal tersebut melengkapi International Journal of Financial Systems (IJFS) yang telah memperoleh akreditasi Sinta 2.
Selain itu, OJK mengumumkan hasil kompetisi karya tulis ilmiah KARISMA 2026. Sebanyak 423 karya diterima, meningkat 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menekankan bahwa penelitian perlu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor keuangan.
Menurutnya, riset berbasis bukti diperlukan untuk mengidentifikasi risiko inovasi keuangan digital sekaligus memperkuat perlindungan konsumen dan stabilitas sistem keuangan.
OJK menyatakan hasil pembahasan forum akan dirangkum sebagai bahan penyusunan kebijakan dan agenda penelitian berikutnya.


▶
▶
▶







Narative.id Jawa Barat · Kesehatan
Narative.id Jawa Barat · Pendidikan
NARATIVE.ID · Pendidikan
Narative.id Jawa Timur · Hukum & Keamanan
Narative.id Pemalang · Ekonomi & Usaha
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Hukum & Keamanan
NARATIVE.ID · Lingkungan & Bencana

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR