NARATIVE.ID Jakarta– Kepedulian terhadap persoalan sampah mengantarkan Juliana Ojong, warga Jalan Ampasit II, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, menjadi finalis ajang Pilah Olah Sampah Heroes yang diinisiasi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta.
Juliana dikenal sebagai aktivis lingkungan yang fokus mengembangkan pemanfaatan eco enzyme atau cairan hasil fermentasi sampah organik. Sejak 2019, dia aktif mengedukasi ibu rumah tangga, sekolah, hingga komunitas mengenai pengolahan limbah kulit buah dan sayuran menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Selain menjadi relawan sampah organik, Juliana juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Eco Enzyme Nusantara Pusat. Selama sekitar tujuh tahun berkecimpung di bidang tersebut, dia mengembangkan berbagai produk berbahan eco enzyme.
Menurut Juliana, sedikitnya 31 produk telah dihasilkan dari pengembangan tersebut. Pemanfaatannya beragam, mulai dari kebutuhan pembersih rumah tangga, masker wajah, cairan perawatan luka, hingga bantal untuk membantu kesehatan pinggang atau perut.
Eco enzyme sendiri merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik, seperti kulit buah dan sayuran, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembersih dan pupuk.
Juliana berharap keikutsertaannya dalam ajang tersebut dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengubah kebiasaan dalam menangani sampah rumah tangga.
"Saya berharap dengan ajang ini warga masyarakat kian sadar untuk dapat mengelola sampah, khususnya sampah organik, dengan baik dan bijak dari sumbernya. Sehingga nantinya beban sampah yang keluar dari rumah akan berkurang dan semangat ini semoga dapat menular kepada yang lainnya," katanya Kamis ( 5/11/2026).
Sementara itu, tim penilai dari Diskominfotik DKI Jakarta, Ied Sabilah, mengatakan ajang Pilah Olah Sampah Heroes mendapat respons positif dari masyarakat. Pendaftaran yang dibuka pada 12-25 Oktober 2026 tersebut diikuti 173 peserta.
Setelah melalui tahapan seleksi, jumlah peserta mengerucut menjadi 24 orang. Selanjutnya, terpilih 15 peserta yang berasal dari lima kota administrasi dan satu kabupaten di wilayah DKI Jakarta.
Ied menjelaskan, ajang ini tidak sekadar mencari warga yang mampu mengolah sampah, tetapi juga sosok yang bisa menggerakkan lingkungan sekitarnya untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah.
"Jadi ajang ini kita mencari orang yang dapat menyampaikan informasi ataupun menggerakkan kepada warga masyarakat sekelilingnya, karena tidak mudah tentunya mengubah perilaku warga khususnya dalam memilah sampah," tuturnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi penting karena pengurangan sampah perlu dimulai dari rumah tangga. Karena itu, Diskominfotik berupaya menemukan figur inspiratif yang dapat menjadi penggerak di tengah masyarakat.
Proses penilaian melibatkan dua kelompok juri. Juri teknis berasal dari perwakilan Diskominfotik, Dinas Lingkungan Hidup, Biro Pemerintahan, dan Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (PLH). Sementara tim juri ahli terdiri dari unsur pimpinan pemerintahan, akademisi, dan influencer.
Dari 15 peserta yang mengikuti tahapan verifikasi lapangan, nantinya akan dipilih 10 finalis. Mereka dijadwalkan mempresentasikan program dan kiprahnya secara langsung di hadapan juri ahli pada 9 November 2026.
Pengumuman sekaligus pemberian penghargaan kepada para pemenang ditargetkan berlangsung pada 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Ajang ini diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi mampu melahirkan lebih banyak penggerak lingkungan yang mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.
Reporter: Mus/ red


▶
▶
▶
▶
▶







Narative.id Jawa Barat · Hukum & Keamanan
Narative.id Malang · Wisata, Kuliner & Budaya
NARATIVE.ID · Hukum & Keamanan
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Wisata, Kuliner & Budaya
Narative.id Pemalang · Kebijakan & Politik
NARATIVE.ID · Hukum & Keamanan
Narative.id Lumajang · Hukum & Keamanan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR